Di Bawah Hujan

Hari ini hujan..
Kau tanyakan padaku apa yang kulakukan di bawah rintik air ini..
Ku jawab..
“Aku cuma menikmati apa yang Allah berikan..”
Dan kau cuma tersenyum..

Kau boleh bilang aku terlalu tertutup..
Kalau tidak, tetes hujan ini bisa merembes ke dalam luka-luka lamaku..
Aku hanya tak mau lagi bernostalgia dengan masa lalu, sudah cukup..
Dan syukurlah kau mengerti..
“Karena masa lalu tak selalu dapat diandalkan untuk menghadapi masa depan..”

Kurasa akan lebih baik tetap seperti sekarang dulu..
Paling tidak, jika nanti masa depan mengkhianati apa yg kita impikan..
Kita tak perlu jatuh terlalu dalam..
“Terkadang kebenaran memang tak cukup baik, terkadang orang-orang berhak mendapatkan penghargaan atas apa yang mereka yakini..”

Tapi, ah sudahlah..
Aku hanya ingin sedikit bersandar padamu di bawah hujan ini sekarang..
Aku sudah bilang, duniaku akan selalu hujan..
Tapi lagi-lagi kau cuma tersenyum, seakan ingin menggoreskan senyum yang sama di wajahku..

Seandainya waktu akan selalu seperti ini..
Mungkin akan menyenangkan..
Tapi itu tak kan mungkin katamu..
“Karena hujan, selama apapun pasti pada akhirnya akan berhenti..
Karena suatu saat nanti kita akan melihat pelangi..”

Dan tak ada dari kita yang beranjak pergi..
Di bawah hujan hari ini..
Hujan yang terasa hangat ke sanubari..

(Soekotjo)

Advertisements

Tanyakanlah

tanyakanlah

Tanyakan pada angin, seberapa jauh kau melangkah..
Ia akan menjawab, “Sangat jauh..”
Tanyakan pada jam dinding, seberapa lama kau pergi..
Ia akan bilang, “Bertahun-tahun..” Continue reading “Tanyakanlah”